SPORTKU.COM - Pemain sepak bola Indonesia pertama yang berlatih ke DC United, Andik Vermansyah. Erick Thohir telah membeli salah satu klub sepakbola Major League Soccer [MLS] bernama DC United beberapa waktu yang lalu. Selain motivasi hobi dan bisnis, salah satu alasan mengapa Erick Thohir membeli klub sepak bola DC United adalah karena rasa nasionalismenya yang ingin mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Salah satu wujud perhatian terhadap perkembangan generasi muda Indonesia dalam persepakbolaan, Erick Thohir memberikan kesempatan kepada punggawa Garuda Muda Indonesia, Andik Vermansyah, untuk berlatih di DC United selama 10-12 hari. Andik akan berangkat ke Amerika pada tanggal 7 September 2012.
Andik, 20 tahun, akan berlatih bersama reserve team dan first team DC United [kemungkinan intra squad], dan diharapkan ikut berlatih tanding selama berada di Amerika Serikat.
Tidak menutup kemungkinan Andik bisa mendapatkan kontrak bermain bersama DC United [DC United baru bisa mensign pemain di bulan Desember 2012], walaupun bukan itu yang menjadi tujuan utama Andik. Tujuan utama Andik adalah menimba ilmu sepakbola [pola makan, latihan, fitness, dll] di Amerika Serikat bersama DC United dan menjadi pemain Garuda Muda yang lebih baik.
Erick berkata bahwa harus ada benefit mutualisme buat kedua belah pihak. "Bila Andik merasa cocok bermain di Amerika, dan klub DC melihat Andik pantas untuk dikontrak, ya mengapa tidak. Cuma saya berpesan kepada manajemen DC United untuk melirik Andik seprofessional mungkin," ujar Erick Thohir. "Penduduk Indonesia di Washington cukup banyak, harusnya Andik bisa beradaptasi dan cari teman di sana. Cuma memang dia harus tahan dingin sedikit, karena cuacanya beda."
MLS sudah semakin menjadi liga berkualitas dengan masuknya pemain-pemain seperti David Beckham, Thierry Henry, Robbie Keane, Rafael Marquez, Alessandro Nesta, Tim Cahill, Landon Donovan dll. "Pemain sekelas Del Piero saja ditolak masuk MLS, ini membuktikan bahwa MLS bukan liga sembarangan," ujar Muly Munial.

Salah satu alasan dipilihnya Andik adalah karena DC United ingin berinvestasi kepada pemain-pemain muda, sesuai dengan strategi DC United jangka panjang dalam membangun tim. DC United sendiri pernah menjuarai MLS pada tahun 1996, 1997, 1999, 2004. DC United merupakan satu-satunya klub di Amerika yang menjuarai CONCACAF Champions League pada tahun 1998.
Andik sendiri mengaku belum begitu fasih menguasai bahasa Inggris, bahasa utama yang pastinya digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. "Saya sudah modal beli kamus elektronik untuk menemani saya pergi," ujar Andik.
Andik sendiri sempat populer ketika bertukar jersey tanding dengan David Beckham [pada laga timnas Indonesia vs LA Galaxy beberapa waktu lalu]. Beckham menolak tawaran untuk bertukar jersey dari pemain-pemain timnas Indonesia lainnya waktu itu, karena ingin memberikan jerseynya pada Andik yang bermain gemilang saat itu. Andik juga menerima jersey Esteban Cambiasso ketika timnas Indonesia bertanding melawan Inter Milan.