News
Short URL:
Run Rhino Run Lindungi Spesies Langka Badak Jawa
Run Rhino Run Lindungi Spesies Langka Badak Jawa
Tue, 05 Jun 2012 | 00:00
Teks : Neilson Gautama
Dibaca : 62.852 kali

SPORTKU.COM - Run Rhino Run lindungi spesies langka badak Jawa. WWF Indonesia dan Komunitas Indo Runners mengadakan “Run Rhino Run”, sebuah kegiatan lari lintas alam 10 kilometer untuk meningkatkan kepedulian publik bagi konservasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.

Kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 24 Juni 2012 diikuti oleh 50 pelari utama yang terpilih dari kompetisi online di jejaring sosial. Kegiatan yang didukung oleh Balai TN Ujung Kulon ini juga terbuka bagi masyarakat dan pemerintah setempat.

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) memiliki arti khusus bagi WWF-Indonesia, karena awal keterlibatan yayasan konservasi ini diawali dengan penelitian mamalia langka tersebut pada tahun 1962.

“Badak Jawa adalah salah satu mamalia besar terlangka di dunia, dengan hanya sekitar 50 individu tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon,” kata Anwar Purwoto, Direktur Program Kehutanan, Air Tawar dan Spesies WWF-Indonesia.

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah spesies badak yang paling langka diantara kelima spesies badak yang ada di bumi [dengan estimasi populasi sebanyak 50 individu di Taman Nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten]. Hingga awal abad 20, spesies ini masih bisa ditemui di Semenanjung Indo-Cina dan Sumatera selain di Pulau Jawa.

Berbeda dengan spesies badak lain yang dapat ditemukan di kebun binatang, badak Jawa hanya hidup di habitat alamnya dengan tingkat reproduksi yang cukup rendah.

Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi konservasi badak di dunia karena memiliki dua spesies badak yaitu badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis). Keduanya menyandang status kritis terancam punah [menurut badan konservasi dunia IUCN].

Setelah populasi badak Jawa lain dinyatakan punah pada tahun 2011 di Vietnam, TN Ujung Kulon menjadi satu-satunya perlindungan terakhir bagi spesies ini. “WWF-Indonesia berpendapat bahwa upaya konservasi yang dilakukan hanya akan berhasil apabila mendapat dukungan dari masyarakat luas. Diharapkan kita bisa menyelamatkan satwa yang menjadi kekayaan dan kebanggaan bangsa Indonesia ini,” lanjutnya.

Salah satu kegiatan kampanye publik yang dirasa tepat adalah kegiatan lari lintas alam di kawasan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon, dengan menggandeng komunitas Indo Runners.

“Kawasan penyangga TN Ujung Kulon memiliki potensi untuk menjadi lokasi yang menarik bagi pecinta olah raga lari,” ungkap Yasha Chatab dari Indo Runners. "Keunikan dan keindahan alam Ujung Kulon menarik komunitas ini untuk bekerjasama dengan WWF. Indo Runners berharap dapat memasyarakatkan olah raga lari dengan kegiatan yang kreatif, beragam dan bermanfaat. Pengalaman berlari di kawasan ini akan menimbulkan keinginan untuk menjaga kelestariannya, dan diharapkan peserta akan menyebarkan pesan ini ke publik yang lebih luas.”

Berbeda dengan kegiatan lari yang banyak diadakan di berbagai kota, “Run Rhino Run” menawarkan lintasan unik dan alami, melewati pedesaan dan pantai di kawasan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon. Selain kegiatan lari, peserta terpilih akan memperoleh pemaparan mendalam mengenai konservasi dan habitat badak Jawa.

Selain menjadi bagian perayaan 50 Tahun WWF di Indonesia, Run Rhino Run adalah salah satu agenda dari Tahun Badak Internasional. “Melalui Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Kementerian Kehutanan mengapresiasi kampanye publik melalui kegiatan lari lintas alam Run Rhino Run di kawasan penyangga TN Ujung Kulon. Kegiatan ini juga sangat sejalan dengan Tahun Badak Internasional yang akan segera dideklarasikan oleh Pemerintah Indonesia,” kata Dr. Ir. Novianto Bambang W., M.S.i, Direktur Direktorat KKH.